Halaman

Selasa, 30 April 2013

buku: The Untrue Power of Water

Saya baru saja selesai membaca buku "The Untrue Power of Water", dari penerbit Hikmah. Saya sudah lama membeli buku ini dari tahun lalu, jadi agak lama juga yah tidak saya sentuh buku ini.

Pertama kali melihat buku ini karena saya teringat pernah membeli buku "The True Power of Water", karangan Masaru Emoto. Dan memang saya sempat menyelesaikan membaca buku tersebut. Nah, ketika saya sedang melihat-lihat berbagai buku, terlihatlah judul buku yang menarik perhatian saya. Kalimat 'the untrue' tentu menarik perhatian saya. Sambil ambil buku tersebut lalu membaca sinopsis bagian belakang buku tersebut. Semakin menarik karena si penyusun merangkum berbagai keraguan atas temuan Emoto. Jadilah saya membeli buku ini.

Pada awal membaca buku ini sangat menarik, namun saya sempat merasakan kebosanan baca buku ini karena saya mulai tidak terlalu tertarik membaca bahasa ilmiah dan riset yang disampaikan oleh penulis, walaupun si penulis berusaha menyampaikan secara bahasa awam. Setidaknya saya dapat menyimpulkan bahwa si penulis membuktikan Masaru Emoto mengambil sampel air tidak menceritakan secara detail bagaimana proses meneliti kristal air tersebut, serta membuktikan belum ada ilmuwan lain yang membuktikan pernyataan temuan Emoto tersebut.

Disisi lain, saya percaya bahwa ada namanya kristal air lebih tepatnya kristal salju. Salju yang diciptakan Allah sepertinya menghasilkan berbagai macam bentuk kristal. Jika kristal air terbentuk karena merespon emosi manusia, bagaimana dengan kristal yang merespon alam? Saya membayangkan yang menempati dimuka bumi ini bukan saja manusia, ada berbagai makhluk hidup lainnya yang tinggal bersama kita, tentu bentuk kristal akan ada berbagai jenis yang tidak terhitung di berbagai tempat oleh pikiran kita.

Terlepas Masaru Emoto ilmuwan gadungan atau tidak, saya ambil kesimpulan positifnya. Setidaknya dia mengajak kita untuk tidak mengotori air sembarang seperti membuang sampah atau limbah ke sungai. Selain merusak habitat ikan atau hewan lain yang memerlukan air, kita pun sebenarnya membutuhkan air itu lagi tanpa sadar. Jika saja kita sadar bahwa ada siklus air yang akan kembali ke kita, tentu kita akan lebih berhati-hati bagaimana kita memanfaatkan air.

2 komentar:

  1. Maaf apakah buku nya masih ada? kebetulan saya butuh untuk penelitian. Kalo berkenan nanti saya ganti. Terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berikut kontak saya yang bisa dihubungi farid.prakosa@gmail.com

      Hapus