Halaman

Jumat, 19 Juli 2013

buku: Berdamai dengan Asisten di Rumah

Setelah membaca buku 'The Book of Zen', saya beralih membaca buku yang menurutku ringan, yakni: Berdamai dengan Asisten di Rumah. Membaca buku ini menghibur diriku karena menceritakan pengalaman berbagai majikan yang memperkerjakan pembantu di rumah. Ada-ada saja cerita tentang pembantu. Dari yang menurut pendapat saya pembantunya tidak sopan, genit, lugu, kocak dan sebagainya.

Saya benar-benar merasa mendapatkan informasi yang bermanfaat walaupun bahasa tulisannya dikemas dalam gaya yang enak. Benar-benar seperti berhadapan dengan ibu-ibu yang sedang curhat ke saya sebagai pembaca :)

Melihat kelakuan macam-macam pembantu sekarang, kadang saya berpikir kasihan yah para pembantu di rumah. Mengapa saya bilang begitu? Karena walau saya tidak memperkerjakan pembantu secara langsung, karena saya masih numpang dirumah orangtua, dan orangtua saya memperkerjakan pembantu yang tugasnya setengah hari, alias sore malamnya ya si pembantunya pulang. Pembantu orangtua saya mempunyai beban yang bagi saya lumayan berat menurut ukuran saya. Karena pembantu orangtua lebih tua dibandingkan saya, tapi kerjaanya walau cuma cuci baju, jemurin, seterika, ngepel, masak ala kadarnya plus disuruh2 orangtua saya, masalahnya adalah kalau saya pikir2 satu pembantu setengah hari tersebut melayani 9 anggota keluarga saya (orangtua, plus anak, plus cucu). Ditambah lagi urus rumah 2 tingkat yang luas. Bayangkan betapa beratnya tugas satu pembantu ini.

Saya kasihannya begini, bila ada kelalaian yang menurut saya lumrah, nah orangtua saya tepatnya ibu saya, marahnya ampun2 dah. Ternyata teman2 saya pun juga begitu. Apabila si pembantu lalai dikit alias tidak sempurna lah kerjaannya, pasti di ceramahinnya ampun2 dah galak amat dah. Kalau untuk ukuran anak muda kayak saya mah lumrah2 aja, bahkan merasa bersyukur adanya pembantu. Ibarat yang penting karakternya baik. Janganlah kita galak2in pembantu. Kita aja jadi malas atau down kalau digalakin atasan di kantor cuma karena kelalaian yang kita perbuat bukan hal yang vital.

Singkat kata membaca buku ini benar2 memberikan manfaat yang bagus bagi mereka2 yang ingin memperkerjaan pembantu dirumah.

buku: The Book of Zen

Sudah masuk bulan Juli, yang artinya hampir 3 bulan saya tidak memposting di blog ini. Yah... mau gimana lagi yah, hampir tiap hari di kantor kerjaanku padat abis, ampe rasanya jiwa mental saya mau stress aja. Pulangnya kemalaman terus. Belum lagi ada aja aktivitas dirumah. Singkat kata saya stress, cape, dilema, terjebak pada keadaan, pingin teriak tapi gak bisa, hiks....

Ok, back to this blog. Buku yang berjudul The Book of Zen, sebenarnya sudah lama saya baca pada bulan Mei lalu. Pada awal baca saya suka dengan materi yang disampaikan oleh penulis buku ini. Lalu semakin membaca pada halaman2 berikutnya, entah kenapa saya kurang suka pada filosofi yang diceritakan pada buku ini. Singkat kata, walaupun adanya ilustrasi yang menghibur, saya kurang puas dengan isi materi buku ini.