Halaman

Kamis, 05 September 2013

buku: Ayat Ayat Wanita

Akhirnya, tamat juga baca buku ini. Pada awal2 buka buku ini saya membaca hingga detail alias banyak footnote yang saya baca. Namun karena waktu luang saya tidak banyak, lama kelamaan saya bacanya jadi cepat. Baru kira2 50 persen baca secara detail akhirnya saya ngak kuat pingin buru2 cepat selesaikan. Menurut saya buku ini lumayan bagus karena memberikan penjelasan bagaimana kisah penyebab turunnya wahyu Alquran. Otak saya mungkin tidak bisa mengingat semua buku ini karena keburu pusing mengingat nama2 orang Arab yang beberapa tidak familiar alias masih terdengar asing di telingaku. Jadi pada dasarnya buku ini membuat saya menjadi lebih paham mengenai ayat Alquran. Syukurlah tidak sia2 saya membeli buku ini. Mudah2an saya bisa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman baru di buku lain yang sejenis. Masih panjang perjuangan saya untuk memahami isi Alquran. Mau tidak mau saya harus mengerti sejarah Rasul lebih detail, lebih tepatnya aktivitas rasul kesehariannya kenapa tiba2 turun wahyu. Buku ini saya nilai 8 (dari 10) :)

Senin, 19 Agustus 2013

Masuk Kerja setelah Liburan Lebaran

Haah.... liburan lebaran 2013 telah selesai. Akhirnya masuk kantor kembali T-T. Jujur aku malas kembali kerja kantoran. Sama aja kembali ke aktivitas daily depresian hiks... Yang makin sebel adalah, tidak ada ucapan selamat mohon maaf dari atasan, dua orang pulak! Hih! menyebalkan punya atasan yang tidak lowprofile. Kebetulan gw ogah duluan yang mengucap, karena gw pingin tahu apakah atasan gw punya sense of social. Well... akhirnya sih gw kecewa. Setidaknya menguatkan aku untuk makin 'egp' ama kantor. Duuh... sebenarnya banyak kecewaan pada kantor tapi aku terjebak pada situasi yang tidak menguntungkan baik dirumah maupun di kantor. Oh tidaaakkkkk!!!

Jumat, 19 Juli 2013

buku: Berdamai dengan Asisten di Rumah

Setelah membaca buku 'The Book of Zen', saya beralih membaca buku yang menurutku ringan, yakni: Berdamai dengan Asisten di Rumah. Membaca buku ini menghibur diriku karena menceritakan pengalaman berbagai majikan yang memperkerjakan pembantu di rumah. Ada-ada saja cerita tentang pembantu. Dari yang menurut pendapat saya pembantunya tidak sopan, genit, lugu, kocak dan sebagainya.

Saya benar-benar merasa mendapatkan informasi yang bermanfaat walaupun bahasa tulisannya dikemas dalam gaya yang enak. Benar-benar seperti berhadapan dengan ibu-ibu yang sedang curhat ke saya sebagai pembaca :)

Melihat kelakuan macam-macam pembantu sekarang, kadang saya berpikir kasihan yah para pembantu di rumah. Mengapa saya bilang begitu? Karena walau saya tidak memperkerjakan pembantu secara langsung, karena saya masih numpang dirumah orangtua, dan orangtua saya memperkerjakan pembantu yang tugasnya setengah hari, alias sore malamnya ya si pembantunya pulang. Pembantu orangtua saya mempunyai beban yang bagi saya lumayan berat menurut ukuran saya. Karena pembantu orangtua lebih tua dibandingkan saya, tapi kerjaanya walau cuma cuci baju, jemurin, seterika, ngepel, masak ala kadarnya plus disuruh2 orangtua saya, masalahnya adalah kalau saya pikir2 satu pembantu setengah hari tersebut melayani 9 anggota keluarga saya (orangtua, plus anak, plus cucu). Ditambah lagi urus rumah 2 tingkat yang luas. Bayangkan betapa beratnya tugas satu pembantu ini.

Saya kasihannya begini, bila ada kelalaian yang menurut saya lumrah, nah orangtua saya tepatnya ibu saya, marahnya ampun2 dah. Ternyata teman2 saya pun juga begitu. Apabila si pembantu lalai dikit alias tidak sempurna lah kerjaannya, pasti di ceramahinnya ampun2 dah galak amat dah. Kalau untuk ukuran anak muda kayak saya mah lumrah2 aja, bahkan merasa bersyukur adanya pembantu. Ibarat yang penting karakternya baik. Janganlah kita galak2in pembantu. Kita aja jadi malas atau down kalau digalakin atasan di kantor cuma karena kelalaian yang kita perbuat bukan hal yang vital.

Singkat kata membaca buku ini benar2 memberikan manfaat yang bagus bagi mereka2 yang ingin memperkerjaan pembantu dirumah.

buku: The Book of Zen

Sudah masuk bulan Juli, yang artinya hampir 3 bulan saya tidak memposting di blog ini. Yah... mau gimana lagi yah, hampir tiap hari di kantor kerjaanku padat abis, ampe rasanya jiwa mental saya mau stress aja. Pulangnya kemalaman terus. Belum lagi ada aja aktivitas dirumah. Singkat kata saya stress, cape, dilema, terjebak pada keadaan, pingin teriak tapi gak bisa, hiks....

Ok, back to this blog. Buku yang berjudul The Book of Zen, sebenarnya sudah lama saya baca pada bulan Mei lalu. Pada awal baca saya suka dengan materi yang disampaikan oleh penulis buku ini. Lalu semakin membaca pada halaman2 berikutnya, entah kenapa saya kurang suka pada filosofi yang diceritakan pada buku ini. Singkat kata, walaupun adanya ilustrasi yang menghibur, saya kurang puas dengan isi materi buku ini.

Jumat, 03 Mei 2013

buku: Ayo Bangun!

Gara-gara tidak sengaja nonton berita di metro tv sebelum berangkat kerja, saya jadi membaca buku ini. Kebetulan di berita tersebut, ada obrolan dengan seorang dokter yang spesialis mengerti tentang tidur, dan ia juga seorang dokter.

Tiba-tiba saya teringat bahwa saya pernah membeli buku tentang tidur, hanya saja belum sempat saya baca tuntas. Kebetulan memang buku tersebut ada di meja komputer saya sejak beberapa hari ini, dan seperti biasa tetap saja tidak saya sentuh. Sejak nonton berita tersebut, jadilah saya menyegerakan membaca buku tentang tidur kembali sejak halaman awal.

Buku  yang berjudul Ayo Bangun, karangan Dr. Andreas Prasadja, RPSGT. Saya lupa-lupa ingat apakah penulis dan orang yang saya tonton adalah orang yang sama? Karena saya kurang perhatikan tontonan berita mengingat saya menyalakan tv sambil menyiapkan pakaian dan berdandan, jadi saya hanya nonton sekali-sekali alias numpang lewat lah.

Kesimpulan yang bisa saya tarik dalam membaca buku ini adalah, lumayanlah. Awal-awal saya merasa semangat membacanya namun karena merasa sering menemukan membaca istilah asing, lama-lama saya antuk juga bacanya, hahaha...  Bisa jadi yang saya temukan bermanfaat untuk saya kurang, bukan berarti tidak ada sama sekali. Yah.... setidaknya ada sedikit yang nyangkut di otak saya ini :)

Kamis, 02 Mei 2013

Anime: Wolf's Rain

Dua hari yang lalu tiba-tiba saya ada keinginan untuk menonton anime. Kebetulan yang ada di depan mata (komputer) adalah anime lama berjudul Wolf's Rain. Jadilah saya menontonnya.

Berhubung saya menontonnya setelah pulang kerja, rencananya mau nonton sebagian kecil episodenya. Ternyata karena saya penasaran dan ogah menunggu melanjutkan besok malam di waktu yang sama. Jadilah saya tonton dengan menyetel waktunya dipercepat. Hahaha... memang agak aneh sih jadinya, apa-apa ucapan dan gerakannya lebih cepat. Tapi lumayanlah soalnya episodenya sekitar 26. Mana saya tontonnya hingga tengah malam.

Saya pikir saya akan merasa bosan menonton anime yang satu ini karena sepertinya akan banyak ngomongnnya, bahakn kalau sejak awal sudah bosan, rencananya batal nonton. Eh.. ternyata saya keterusan. Kurasa karena faktor melihat tokoh utamanya ganteng, hehehe... Well... lumayan ada beberapa episode yang saya lewati karena ceritanya mengulang lagi dari awal.

Kesimpulan yang saya tonton anime ini adalah... yaa... lumayanlah bagus. Dari grafisnya menurutku oke, tokoh utama oke :D, kebanyakan tokohnya cowok pula (ini juga plus buat saya), cerita untuk awalnya oke tapi saya tidak suka endingnya (tipikal cerita jepanglah).

Selasa, 30 April 2013

buku: The Untrue Power of Water

Saya baru saja selesai membaca buku "The Untrue Power of Water", dari penerbit Hikmah. Saya sudah lama membeli buku ini dari tahun lalu, jadi agak lama juga yah tidak saya sentuh buku ini.

Pertama kali melihat buku ini karena saya teringat pernah membeli buku "The True Power of Water", karangan Masaru Emoto. Dan memang saya sempat menyelesaikan membaca buku tersebut. Nah, ketika saya sedang melihat-lihat berbagai buku, terlihatlah judul buku yang menarik perhatian saya. Kalimat 'the untrue' tentu menarik perhatian saya. Sambil ambil buku tersebut lalu membaca sinopsis bagian belakang buku tersebut. Semakin menarik karena si penyusun merangkum berbagai keraguan atas temuan Emoto. Jadilah saya membeli buku ini.

Pada awal membaca buku ini sangat menarik, namun saya sempat merasakan kebosanan baca buku ini karena saya mulai tidak terlalu tertarik membaca bahasa ilmiah dan riset yang disampaikan oleh penulis, walaupun si penulis berusaha menyampaikan secara bahasa awam. Setidaknya saya dapat menyimpulkan bahwa si penulis membuktikan Masaru Emoto mengambil sampel air tidak menceritakan secara detail bagaimana proses meneliti kristal air tersebut, serta membuktikan belum ada ilmuwan lain yang membuktikan pernyataan temuan Emoto tersebut.

Disisi lain, saya percaya bahwa ada namanya kristal air lebih tepatnya kristal salju. Salju yang diciptakan Allah sepertinya menghasilkan berbagai macam bentuk kristal. Jika kristal air terbentuk karena merespon emosi manusia, bagaimana dengan kristal yang merespon alam? Saya membayangkan yang menempati dimuka bumi ini bukan saja manusia, ada berbagai makhluk hidup lainnya yang tinggal bersama kita, tentu bentuk kristal akan ada berbagai jenis yang tidak terhitung di berbagai tempat oleh pikiran kita.

Terlepas Masaru Emoto ilmuwan gadungan atau tidak, saya ambil kesimpulan positifnya. Setidaknya dia mengajak kita untuk tidak mengotori air sembarang seperti membuang sampah atau limbah ke sungai. Selain merusak habitat ikan atau hewan lain yang memerlukan air, kita pun sebenarnya membutuhkan air itu lagi tanpa sadar. Jika saja kita sadar bahwa ada siklus air yang akan kembali ke kita, tentu kita akan lebih berhati-hati bagaimana kita memanfaatkan air.

Hidung Mampet! (2)

Seperti yang saya ceritakan di posting sebelumnya, hidung saya mengalami alergi (setidaknya itu yang kurasakan saat ini). Reaksi alergi yang saya terima adalah cenderung bersin/pilek dan mampet. Kalau bersin/pilek, okelah itu kan hanya ingus yang tinggal perlu dikeluarkan, tapi bila mampet wah.. benar-benar saya di buat repot.

Saya baru sadar bahwa hidung saya mengalami keseringan mampet sejak pertama kali bekerja di kantoran setelah lulus kuliah. Di kantor sering sekali hidung saya bermasalah. Saya baru sadar bahwa hidung saya tidak tahan udara AC. Jadi hidung saya sering mengalami mampet. Sering saya memilih kesempatan lama di luar kantor (pada saat itu saya berkantor di gedung tinggi) pada saat makan siang. Sayangnya saya tidak punya teman yang bisa saya ajak berlama-lama di luar (maklumlah para cewek-cewek pada tidak mau merasa kepanasan, kebalik banget dengan saya. Saya butuh banget kehangatan setelah kelamaan kena AC). Apesnya saya merasa cuek men-srot2 hidung saya di depan meja. Banyak rekan kerja memaklumi saya sedang sakit pilek atau flu, padahal aslinya mang alergi bo! Tidak begitu lama saya resign dari kantor tersebut. Bekerja di tempat kantor baru ternyata makin parah reaksi hidung saya. Di kantor baru ini, AC-nya central! Jadi tidak bisa diatur. Satu-satunya say bisa ngademin diri kembali lagi pas makan siang. Di kantor saya menyediakan tempat solat di sebelah ruangan kantor saya, sayang sekali saya tetap tidak bisa ngademin diri karena ac-nya sampai pada situ. Padahal ada satu ruangan lagi yang paling adem, tapi ternyata oh ternyata ruangan tersebut adalah ruangan rokok! Oh tersiksanya daku mengingat saya tidak suka merokok >.<!

Waktupun berlalu, saya mengalami berbagai gonta-ganti pekerjaan (saya bukan kutu loncat lho! cuma apesnya kontrakan kerja saya selalu tidak kena diperpanjang, kapan-kapan saya cerita yang saya alamin ini ). Dan apesnya saya selalu sering kena pekerjaan yang mengharuskan saya di kantor (kena ac pulak). Karena tahu alergi kayak gini, sempat terlintas ingin berkarya dirumah. Sayang oh sayang dirumah saya stress karena tidak betah mengerjakan sesuatu sedangkan saya masih berada dalam satu rumah dengan orangtua saya alias banyak gangguan dirumah! Kalau saya ingin nge-kost, ngak ngerti kenapa selalu ngak dapat restu.

Jadilah saya, terlantung-lantung bertahan kerja kantoran karena dirumah saya stress, tapi di kantor pun saya stress mengingat reaksi alergi saya begini. Walau saya belum lama menikah, ternyata tidak mudah untuk keluar dari rumah orangtua (mengenai satu ini agak sulit saya tuangkan menulis disini). Jadilah saya bertahan berkerja hingga kini. Akhirnya saya mengandalkan sesuatu bila saatnya saya berhenti kerja, maka alasan untuk berhenti kerja yakni mengurus anak, bahkan bila perlu jika suatu saat saya sedang mengandung dan ternyata badan saya tidak kuat bekerja di kantor maka saya memilih fokus pada kesehatan bayi yang berada di kandungan saya. Semoga suatu saat doa saya dan suami memiliki keturunan yang sehat dikabulkan oleh Allah SWT. Saya pun berdoa semoga diberi waktu yang terbaik untuk mengandung, karena siapa yang tahu mengenai kesiapan mental serta kesehatan fisik seseorang melainkan Allah?

Senin, 29 April 2013

Hidung Mampet! (1)

Sejak memasuki Januari 2013 lalu, hal yang paling kutakuti datanglah sudah. Apakah itu? itu adalah reaksi alergiku yang berhubungan dengan pernafasan, yakni aku sulit bernafas melalui HIDUNGKU!

Kenapa bisa demikian? Karena setelah sekian lama mengalami dan mengamati ketika sudah mulai memasuki musim hujan. Hidung saya bereaksi akan dinginnya suhu cuaca sehingga mengakibatkan hidung saya cenderung mampet di kedua lubang hidung saya alias saya sulit bernafas normal!

Bayangkan ketika kita bernafas biasa sehari-hari melalui hidung, tiba-tiba didalam kedua lubang hidung ada yang menghambati saluran udara yang mestinya bolak balik keluar melalui lubang hidung saya. Tapi nyatanya entah kenapa tiap badan saya bereaksi dengan suhu dingin langsung 'alarm' hidung saya pasti mampet. Saya benar-benar dibuat bingung oleh tubuh saya sendiri. Sebagai orang awam yang tidak mengerti mengapa di dalam 'hidung' saya bereaksi menutupi saluran pernafasan saya, padahal tanpa hirup udara, otomatis pasokan oksigen yang menyuplai tubuh saya agar terus bertenaga alias untuk bertahan hidup jadi kurang drastis. Bayangkan saya jaddi sering pusing karena kurang oksigen. Mau nafs melalui mulut sama tersiksanya karena mulut saya akan jadi cenderung kering. Asli, benar-benar saya dibuat repot oleh ini. Bagaimana tidak repot? saya mesti mengalami hal ini hingga tiba musim kemarau, yang artinya dimana di Indonesia hanya ada 2 musim yakni musim panas alias kemarau dan musim hujan. Bayangkan tiap tahun 6 bulan saya lega bernafas, lalu 6 bulan berikutnya saya menderita sulit bernafas.

Sebelum saya menikah, saya sih cuek saja dengan keadaan saya ini. Karena saya masih bersyukur ada obat–tidak menyembuh namun sangat membantu–pernafasan saya. Nama obat tersebut ada Otrivin (untuk dewasa). Setiap hidung saya mampet (dua lubang hidung saya), maka saya segera meneteskan obat tersebut ke salah satu hidung saya. Hanya dengan satu lubang hidung bisa bernafas membuat saya sangat lega. Ironinya, kelegaan tersebut hanya bertahan beberapa jama saja. Syukur-syukur sesuai petunjuk dobrosur bisa bertahan hingga 10 jam. Namun bila efek alergi saya sangat kuat, bisa-bisa tiap 2-3 jam sekali mesti di tetesin kembali. Ibarat kalau orang lain meneteskan obat ke mata pada umumnya, saya malah ke hidung, hahaha....

Seperti saya ceritakan sebelumnya, sebelum saya menikah saya cuek saja. Masalah kini berbeda. Saya sudah menikah, usia pernikahan kami sudah setahun setengah dan kami belum dikarunia anak. Saya dan suami, belum lama menemui dokter. Ternyata hasil yang kami terima adalah saya memiliki pembengkakan rahim alias kista (kata dokter). Bila dibiarkan lama kelamaan akan menjadi miom. Nah, si dokter ini memberitahukan agar saya tidak perlu khawatir, karena bila hamil pada saat melahirkan, si kista ini akan keluar bareng dengan bayi dengan sendirinya.

Saya memiliki ketakutan. Dokter kandungan memberikan resep untuk hormon kesuburan serta vitamin E. Yang jadi masalah adalah, saya belum siap mengandung! Kenapa begitu? Alasannya saya memiliki alergi mampet ini yang belum kunjung sembuh. Apa yang akan terjadi bila datang musim hujan lalu reaksi alergi saya kambuh? Dalam keadaan mengandung saya bakal sulit nafas. Walau ada obat tetes hidung, tapi saya takut obat tersebut mempengaruhi janin, walau jelas itu hanyalah obat tetes. Tapi obat tetes kalo lagi apes, kadang-kadang obat tetes hidung saya ini tahu2 masuk melewati si 'mampet' dalam hidung saya, alias saya merasakan cairan tersebut kena di tenggorokan saya. Karena tenggorokan dekat dengan mulut alias lidah saya, sering pula saya merasakan pahitnya cairan Otrivin tersebut :( Itulah yang sebenarnya kutakuti. Apa jadinya di saat mengandung saya ketelan tidak sengaja oleh cairan obat tersebut.

Setelah berdebat diskusi panjang meyakinkan suami, akhirnya kuputuskan bila dalam seminggu ini saya tidak hamil, maka saya ingin berkonsultasi ke dokter THT. Sebenarnya saya paling anti ke dokter satu ini mengingat saya memiliki pengalaman buruk oleh dokter tersebut. Ketika saya SMP kelas dua, saya dibawa oleh ibu saya ke dokter THT. Saya tidak paham kalimat dokter. Saya hanya menuruti apa kata ibu saya. Wajah saya di rontgen di tempat lain, lalu memberikan hasil rontgen tersebut. Saya hanya bisa mengerti dan melihat ada banyak area putih di dekat hidung dan itu harus di tangani. Seperti biasa saya mengikuti ibu saya yang menurut dokter bahwa saya harus di operasi amandelnya dulu baru urusan hidung saya. Baiklah....

Datanglah waktu pengoperasian amandel saya. Saya dianter oleh ibu dan bapak saya. Saya masuk ke ruangan yang banyak pasien seperti saya tengah tiduran terjaga di tempat tidur menanti giliran dipanggil. Orangtua saya dipersilahkan tunggu diluar. Sambil tiduran (terjaga tentunya) saya mendegarkan teriak tangisan dari ruangan entah dimana. Seorang suster menghampiri saya, seingat saya (mudah2an saya salah karena sedang mengingat masa lalu) menyuntik tangan kanan saya. Saya berpikir oh... jadi begini saya dibius. Menanti beberapa waktu tibalah saya dipanggil. Saya memasuki ruangan yang berisi para dokter dan suster. Yang membuat saya aneh, kok ruangan kayak di dapur yah? dindingnnya berubin keramik hijau gitu serta banyak peralatan medis mirip2 gunting dan pisau. Nah, saya dipersilahkan duduk. Saya bingung, kok, saat duduk, tangan saya diikat dua-duanya, leher saya juga diikat. Yang paling aneh mata saya tiba2 diikat penutup mata. Saya merasa aneh tapi nurut saja. Suara dokter menyuruh saya membuka mulut. Saya buka mulut lalu tiba2 di mulut saya dimasuki sesuati untuk mengganjal gigi saya agar tidak menggigit alias mengangga. Sampai detik tersebut, oke.... saya makin bingung? Tiba-tiba... masuk 'sesuatu' ke mulut saya dan dengan cepat menyentuh tenggorokan saya lalu dengan cepat seketika itu saya merasakan sisi tenggorokan saya di di SAYAT! Bayangkan ada pisau masuk ke mulut terus menyayat-nyayat kulit, tapi ini didalam mulut loh!!! Anjrit! sakit plus kaget yang luar biasa spontan membuat saya berteriak tangis sekencang-kencangnya. Bahkan dalam hati sayi memaki-maki dokter tersebut! saya merasakan sesuatu di potong di mulut saya, dan saya juga merasakan diambil bagian potongan tersebut. Saya pun merasa selang dimasukkan untuk menyedot darah dan ludah di dalam mulut saya/ Saya pikir selesai penderitaaan saya, ternyata salah!!!! Masuk lagi dengan cepat 'sesuatu' itu memotong di dalam mulut untuk kedua kali. Kali ini di sisi seberangnya yang di potong (belakangan saya baru tahu amandel ada di kedua sisi tenggorokan). Teriakku makin histeris, umpatan dalam hati tak tertahan lagi. Tenaga untuk berteriak lama habis. Badanku lemas, rasanya mau mati saja. Selesai di sedot darah kedua, dan beres nunggu tenang, akhirnya ikatan di tangan ku serta di bagian tubuh lain dilepaskan. Saya dibantu suster dipapah ke ruangan yang sepi (karena tempat lain sudah penuh) untuk beristirahat. Aku sulit untuk tidur, aku tetap terjaga tiduran seorang diri diruangan tersebut. Asli deh, badan lemes, habis disiksa dibiarkan sendirian di ruang tidur. Rasanya sejam tiduran disitu. Datanglah suster membawa kursi roda. Saya diminta duduk di kursi roda. Dibawalah saya ke orangtua saya. Dalam keadaan lemas, plus totally saya sudah tidak bisa berucap kata kepada orangtua. Mata sudah seperti 5 watt. Seminggu lebih saya sulit makan. Boro makan bubur, saya makan bubur yang sangat encer seperti kuah. Mau nelan saja sakitnya luar biasa. Padahal saya harus minum obat serbuk. udah menderita kena operasi sadis, makan luar biasa sakit (hanya sanggup makan 2-3 sendok makan) ditambah lagi minum obat pahit! Yeuuk!!

Saya ingat bahwa dokter meminta saya kembali lagi kontrol setelah operasi. OGAH BERAT! Untungnya ibu saya tidak ingat bahwa saya mesti kembali ke dokter tersebut. Jadi saya diamin saja. Gara2 kejadian 'keparat' itu saya jadi ogah bila diminta ke dokter! Memang sih, tidak semua dokter seperti itu. Tapi trauma itu melekat sangat kuat di pikiran saya. Saya bahkan ilfill mendengar kalimat dokter. Padahal itu kan dokter THT yah, tapi mo ke dokter umum saya mikir 2-3 kali hingga beribu2 kali.

Sekarang apes, sepertinya mau tidak mau saya harus kembali berhadapan muka dengan dokter THT ini. Hati saya belum bisa melupakan. Kalau boleh memilih saya ingin terapi alternatif tapi ternyata oh ternyata suami saya lebih percaya dengan dokter dibanding terapi T_T. Huhuhuhuhu..... kuharus tabah... Mudah-mudahan saya tidak perlu dioperasi, karena ayah saya pernah dioperasi hidungnya karena ayah saya ada sinusitis, ternyata memang tidak bakal sembuh total, karena belum lama sayang mengubungi ayah saya, ayah mengeluhkan mampet hidung di malam hari. Oh tidak.....! saya membayangkan sebagai keturunan yang memiliki penyakit yang sama akan menghadapi kenyataan yang sama mengenai operasi hidung dan masa tuda seperti ayah saya :(

Test postingan lagi

Test, test, test... Hwaduh hwaduh.....  rencana mau sering2 nulis posting di blog, tetap aja yah diriku masih sulit menyempatkan waktu menulis. Duh.... memang kekuatan niatanku sangat kecil. Keingingan banyak banget tapi payahnya aku tuh tidak fokus pada rencanaku.

Huhuhu... padahal inginnya menuangkan tulisan tentang apa yang kualamin sehari-hari tapi tetap juga sulitnya menemukan waktu untuk menemukan ketenangan menulis ada hal yang benar2 sulit dan butuh pengorbanan besar untuk melakukan. 'You want something you lose something', kalimat itu yang pernah terlontarkan oleh salah satu temanku pada waktu diriku masih kuliah. Dan memang benar di saat kita menginginkan sesuatu pasti ada sesuatu yang hilang. Lebih istilah tepatnya barter. Jika ingin benda kita harus mengeluarkan uang. Jika kita ingin uang, kita harus bekerja untuk mendapatkannya.

Huh... hokeh, sebaiknya aku mengubah rencana. Rencana awalnya saya ingin menulis di postingan ini bila saya berhasil mengumpulkan cerita2 menarik. Namun sayangnya yang namanya cerita selalu ada saja hal-hal yang baru setiapa harinya. Contoh kecil akhir2 ini ada berita mengenai eyang s*b*r di berbagai media, namun dalam waktu singkat ada perbuhan berita yang mengejutkan yakni meninggal seorang ustadz terkenal. Dalam seminggu, ada aja sesuatu yang cepat berubah dalam hidupku ini yang mendapatkan informasi. Oleh karena tak terbendung lagi mana2 yang mesti kuceritakan. Akhirnya kuputuskan saja menulis apa adanya dalam pikiranku sambil waktu berjalan akupun sambil belajar memperbaiki tulisanku serta memperbaiki manajemen waktuku.

Asli deh sebenarnya kuncinya cuma satu, jalanin saja tanpa perlu berpikiran panjang. Itulah kelemahanku selama ini. Kebanyakan pikiran akhirnya tidak maju2 alias tidak bakal dapat apa yang diinginkan.

Hokeh kucoba dalam waktu dekat akan memposting apa yang bisa ku posting. Aku yakin pada awalnya bakal berantakan abis. Tapi asal rajin posting aku pasti akan menjadi lebih baik memposting :) yak! selamat berjuang untuk diriku! XD